RELAWAN PMI JEMBER IKUT PERKUAT PEMULIHAN PENYINTAS GEMPA DI ENDE MELALUI LAYANAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL, 121 ANAK DAN GURU DI SD INPRES ROJABAI MENDAPAT PENDAMPINGAN PSS

RELAWAN PMI JEMBER IKUT PERKUAT PEMULIHAN PENYINTAS GEMPA DI ENDE MELALUI LAYANAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL, 121 ANAK DAN GURU DI SD INPRES ROJABAI MENDAPAT PENDAMPINGAN PSS

PMI JEMBER — Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan fisik. Bagi masyarakat yang mengalami bencana, rasa aman dan dukungan psikososial juga menjadi bagian penting dalam proses untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Hal tersebut menjadi perhatian Palang Merah Indonesia (PMI) melalui pelaksanaan Layanan Dukungan Psikososial (Psychosocial Support/PSS) bagi penyintas gempa di SD Inpres Rojabai, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/9). Kegiatan tersebut menjangkau 121 penerima manfaat, terdiri atas 116 anak dan 5 guru.

“Layanan PSS dilaksanakan oleh Tim PSS PMI Kabupaten Ende bersama Tim PSS PMI Kabupaten Jember, PMI Provinsi Manado, dan PMI Kota Jakarta Timur dalam penugasan PMI Pusat Respon Kemanusiaan di NTT,” kata Elvana Kusdijanto, relawan asal PMI Kabupaten Jember yang bergabung dengan tim PSS PMI di Ende. 


Bagi anak-anak, kegiatan dikemas melalui permainan dan edukasi yang menyenangkan serta interaktif. Selain memberikan ruang bagi anak untuk kembali beraktivitas bersama dan membangun rasa aman, kegiatan juga memberikan edukasi mengenai mitigasi gempa bumi serta langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika gempa terjadi. Anak-anak juga mendapatkan penguatan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia mereka.

Sementara itu, bagi guru dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai ruang untuk berbagi pengalaman dan mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi setelah gempa. Para guru juga diajak untuk berbagi perasaan, saling mendengarkan, serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan dalam mendampingi diri sendiri dan anak-anak di lingkungan sekolah.

Relawan PMI Kabupaten Ende bidang PSS, Yosef Rairego, mengatakan bahwa respons PMI terhadap masyarakat terdampak bencana tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga mencakup dukungan psikososial. “Bantuan PMI tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga berupa dukungan psikis. Dukungan ini nantinya tidak hanya diarahkan kepada anak-anak, tetapi juga kepada kelompok-kelompok rentan lainnya, demikian juga kepada para relawan.” Yosef Rairego, Relawan PMI Kabupaten Ende Bidang PSS.


Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh dalam respons kemanusiaan. Dukungan psikososial diperlukan untuk membantu masyarakat terdampak menghadapi situasi pascabencana sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam menjalani kembali aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan PSS di SD Inpres Rojabai, PMI berupaya menghadirkan ruang yang aman bagi anak-anak dan guru untuk beraktivitas, berbagi pengalaman, serta memperoleh dukungan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Layanan dukungan psikososial menjadi salah satu bagian dari upaya PMI dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana. Kehadiran kegiatan di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu anak-anak dan guru membangun kembali rasa aman, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta memperkuat kemampuan untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari. (*)