PMI JEMBER - SIBOLGA – Palang Merah Indonesia (PMI) Rabu (14/01/26) memberikan dukungan bagi penyintas bencana, khususnya anak-anak di sibolga dan tapanuli tengah, sumatra utara. Melalui program Dukungan Psikososial (Psychosocial Support Program/PSP), relawan PMI memberikan pendampingan intensif di dua lokasi berbeda.
Kegiatan bertujuan membantu anak-anak dan tenaga
pendidik pulih dari dampak psikologis situasi darurat melalui metode yang
menyenangkan dan edukatif. Rangkaian kegiatan tersebut dilakukan di Lingkungan
II Kelurahan Aloban, Kecamatan Tapian Nauli, Sumatera Utara.
Sebanyak 75 anak mendapatkan layanan keceriaan dari tim yang terdiri dari Elvana, Rahmi, Dinda, Maya, dan Lidia. Aksi berlanjut di SD Negeri 38 Kota Sibolga. Di lokasi ini, sasaran penerima manfaat jauh lebih besar, yakni mencapai 159 anak. Tim relawan yang diterjunkan juga lebih banyak untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan pendampingan maksimal.

Tim Pelaksana, Elvana, menjelaskan bahwa metode yang
digunakan disesuaikan dengan jenjang usia anak. Siswa Kelas 1-3 SD diajak
melakukan kegiatan ekspresif kreatif melalui mewarnai gambar yg diberikan,
kemudian siswa kelas 4-6 SD diajak mengikuti berbagai permainan luar ruangan
(outdoor) untuk membangun kerja sama dan keceriaan.
"Kami menekankan bahwa reaksi emosional yang
muncul pada siswa saat ini adalah reaksi NORMAL untuk situasi yang ABNORMAL
(bencana). Guru perlu memberikan rasa aman dan nyaman di kelas agar proses
belajar mengajar kembali stabil, serta menjadikan peserta didik mampu
menjalankan kehidupan sosial seperti sebelumnya" jelas Elvana.
Tidak hanya anak-anak, para guru dan Kepala Sekolah
juga mendapatkan sesi Psikoedukasi. Materi diberikan karena sangat krusial agar
tenaga pendidik memahami reaksi psikologis siswa setelah mengalami bencana.
Selain pemulihan mental, PMI juga menyerahkan bantuan
berupa alat-alat kebersihan bagi pihak sekolah. Bantuan yang diberikan
diharapkan menjadi sarana pendukung bagi warga sekolah untuk memulai kembali
Pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pendidikan.
Dengan adanya layanan PSS ini, PMI berharap pengalaman
traumatis seperti bencana tsb tidak menghambat tumbuh kembang anak-anak di
Sibolga dan Tapanuli Tengah, serta mempercepat pemulihan komunitas sekolah
secara utuh. (*)
