JEMBER – PMI Kabupaten Jember telah selesai menjalani
Penilaian Branch Organizational Capacity Assessment (BOCA) dari Fasilitator PMI
Provinsi Jawa Timur (Jatim). Fasilitator PMI provinsi Jatim melakukan penilaian
di PMI Kabupaten Jember selama tiga hari berturut-turut, sejak 13 sampai 15
Juni 2022. Hasilnya, PMI Kabupaten Jember mendapatkan skor tertinggi
dibandingan PMI Kabupaten/kota yang dinilai asesor PMI Provinsi Jatim.
“Alhamdulillah, PMI Kabupaten Jember mendapatkan skor
tertinggi dibandingkan PMI kabupaten lain yang dinilai asesor PMI Provinsi Jawa
Timur, dengan skor 79,41%,” kata Ketua PMI Kabupaten Jember H Zaenal Marzuki SH
MH.
Zaenal Marzuki menilai, skor penilaian BOCA oleh fasilitator dari PMI Provinsi Jatim
menunjukkan bahwa kinerja PMI Kabupaten Jember baik. “Ini menunjukkan kinerja
tiga pilar di PMI Kabupaten Jember yaitu pengurus, pegawai dan relawan sudah
baik,” kata Ketua PMI Kabupaten Jember H Zaenal Marzuki SH MH.
Dia menjelaskan, ketiga pilar PMI, selama kepemimpinannya,
memang terus meningkatkan kinerjanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
(tupoksi) masing-masing. “Tiga pilar, yaitu pengurus pegawai dan relawan telah
menjalankan tupoksi masing-masing sesuai regulasi di PMI, baik UU Nomor 1 Tahun
2018 atau AD/ART PMI,” ungkapnya.
Selain itu, sambungnya, dalam beberapa tahun ini PMI
kabupaten jember memberikan pelayanan yang kreatif dan inovatif kepada
masyarakat. “PMI Kabupaten Jember terus berupaya keras untuk memeberikan pelayanan
kepada masyarakat, di UDD untuk menjaga stabilitas stok darah, relawan aktif
memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti ikut aktif dalam penanganan
kebenacanaan, pencegahan COVID-19,
fogging, penyemprotan disinfektan untuk PMK, dan masih banyak yang lain,”
imbuhnya.
Bahkan, selama dua kali puncak pandemi COVID-19 PMI
memproduksi plasma konvalesen untuk pasien COVID-19 tingkat sedang sampai
berat. “Ratusan pasien COVID-19 yang sedang sampai berat banyak yang
mendapatkan plasma konvalesen dari UDD PMI Kabupaten Jember,” imbuhnya. Bahkan,
PMI Kabupaten jember membeli alat apharesis secara mandiri untuk memproduksi
plasa konvalesen.
Seperti diketahui, BOCA ini sebagai perangkat penilaian
kapasitas organisasi PMI di kabupaten/kota untuk mengembangkan sekaligus untuk
memperkuat PMI. Goalnya adalah pelayanan terhadap masyarakat terus membaik.
Sekaligus, sambungnya, mempertahankan kapasitas pelayanan PMI dan ketangguhan
(resilience).
Perangkat BOCA ini akan menilai berbagai
aktivitas dan pelayanan yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Jember. Antara lain
kapasitas kualitas sumber daya manusia, pengembangan PMR dan relawan komunitas,
keanggotaan, kepalangmerahan, pemantauan dan evaluasi pelayanan, dan
pengembangan sumber daya dan penggalangan dana yang berkelanjutan untuk tetap
melakukan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat tanggap bencana.
