MASJID AT-TAUFIK GRENDEN TETAP PERTAHANKAN PREDIKAT SEBAGAI LUMBUNG PENDONOR DI PUGER KABUPATEN JEMBER

MASJID AT-TAUFIK GRENDEN TETAP PERTAHANKAN PREDIKAT SEBAGAI LUMBUNG PENDONOR DI PUGER KABUPATEN JEMBER

PMI JEMBER — Masjid At-Taufik Desa Grenden, Kecamatan Puger, kembali membuktikan komitmen kemanusiaannya yang tinggi. Tempat ibadah ini sukses mempertahankan predikatnya sebagai salah satu lumbung pendonor darah paling produktif di wilayah Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, dalam kegiatan donor darah yang digelar pada Senin, 28 September 2026.

Meskipun diwarnai sejumlah kendala kesehatan pada calon pendonor, aksi sosial yang rutin diselenggarakan di lingkungan masjid ini tetap disambut antusias oleh warga sekitar.

Berdasarkan data resmi dari panitia penyelenggara, kegiatan ini mencatatkan perolehan darah sebanyak 34 kolf berhasil dikumpulkan. Angka ini dicapai dari total pendaftar yang hadir, meski panitia awalnya memasang target ambisius sebesar 80 kolf.


Dalam setiap pelaksanaan donor darah, tidak semua pendaftar dapat langsung mendonorkan darahnya karena harus melewati prosedur skrining kesehatan yang ketat demi keamanan pendonor maupun penerima donor. Tercatat sebanyak 15 calon pendonor dinyatakan batal mendonorkan darahnya karena berbagai indikator medis.

Adapun rincian penolakan atau pembatalan pendonor pada kegiatan kali ini meliputi: Kadar Hemoglobin (HB) Rendah (< 12,5 gr/dl) 9 orang, Tekanan Darah (TD) Rendah 1 orang, Tekanan Darah (TD) Tinggi 2 orang dan Konsumsi Obat / Riwayat Medis Lain sebanyak 2 orang. 

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Zainollah, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi warga dan pengurus Masjid At-Taufik Grenden yang terus menjaga tradisi mulia ini. Menurutnya, peran serta masyarakat berbasis tempat ibadah seperti di Grenden merupakan contoh nyata solidaritas sosial yang patut ditiru wilayah lain.

"Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Takmir Masjid At-Taufik, para relawan, dan seluruh warga Grenden. Meskipun ada beberapa calon pendonor yang terpaksa ditolak karena faktor kesehatan seperti kadar HB rendah atau tekanan darah yang kurang stabil, semangat gotong royong dan antusiasme masyarakat Puger untuk terus berbagi kehidupan tidak pernah surut," ujar Zainollah.

Melalui kegiatan yang rutin diselenggarakan ini, PMI Kabupaten Jember berharap ketersediaan stok darah di wilayah Jember dan sekitarnya dapat terus terjaga dengan baik, sekaligus menjadi sarana edukasi pentingnya menjaga kesehatan tubuh bagi masyarakat pendonor. (*)