KSR PMI Unit Markas Gelar Diklatsar, Cara PMI Jember Cetak Relawan Tangguh Dan Profesional

KSR PMI Unit Markas Gelar Diklatsar, Cara PMI Jember Cetak Relawan Tangguh Dan Profesional

PMI JEMBER-Sebanyak 30 anggota KSR PMI Unit Markas yang baru terpilih setelah melalui beberapa tahapan seleksi, Rabu pagi (10/06) mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) di aula Markas PMI Kabupaten Jember, Jalan Jawa No.57, Kecamatan Sumbersari. Peserta akan mengikuti diklatsar selama lima hari dengan 29 materi yang disampaikan oleh 20 orang fasilitator.

Diklatsar dibuka langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah, S.P.d yang didampingi oleh Sekretaris Ghufron Efiyan Efendy, Wakil Kepala Markas Gigih Priyambodo serta Ketua KSR PMI Unit Markas Haidar Al Rafif. Dihadapan peserta, Zainollah meminta semua peserta serius mengikuti seluruh materi yang diberikan dalam diklatsar mulai hari pertama hingga berakhirnya kegiatan.

“Anda semua yang ada disini adalah ujung tombak kemanusiaan, jadi anda harus paham tentang PMI dan mengetahui apa yang harus dilaksanakan. Karenanya kamu harus memahami dan menguasai materi materi yang diberikan dalam diklatsar,” tegas Zainollah saat memberikan sambutan dalam pembukaan diklatsar.

Diklatsar KSR PMI Unit Markas merupakan bentuk regenerasi anggota untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas KSR PMI, karenanya sebelum mereka dinyatakan resmi bergabung di KSR PMI Unit Markas terlebih dahulu mengikuti serangkaian pelatihan sebagai bekal mereka hingga memiliki kemampuan, pengetahuan dan keterampilan.


“Pelatihan Dasar KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember ini bertujuan memberikan wawasan dan pemahaman tentang Palang Merah Indonesia seperti prinsip dasar gerakan, _code of conduct_ serta pengetahuan bidang bidang spesialisasi dan pelayanan di dalam Palang Merah Indonesia,” ujar Haidar Al Rafif, Ketua KSR PMI Unit Markas yang didampingi Berliana Ramadhani,  Ketua Panitia Pelaksana kegiatan Diklatsar.

Sebagai rangkaian kegiatan diklatsar KSR PMI Unit Markas Kabupaten Jember, beberapa relawan kemanusiaan juga melakukan bagi bagi nasi bungkus yang diberikan pada tukang becak, pemulung dan pengatur lalu lintas sukarela yang ada di setiap sudut persimpangan jalan.(*)