KOMPAK BERGERAK UNTUK KEMANUSIAAN, WARGA SILO HIMPUN 81 KANTONG DARAH DALAM SEHARI

KOMPAK BERGERAK UNTUK KEMANUSIAAN, WARGA SILO HIMPUN 81 KANTONG DARAH DALAM SEHARI

PMI JEMBER – Kesadaran warga Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, terhadap pentingnya donor darah kembali terbukti. Melalui dua kegiatan donor darah yang digelar bersamaan pada Minggu (11/10/2026), warga Simpang Tiga Sempolan dan Karang Taruna Sepuran berhasil menghimpun total 81 kantong darah bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember.

Dari dua lokasi kegiatan yang berdekatan tersebut, warga Simpang Tiga Sempolan berhasil mengumpulkan 44 kantong darah, sedangkan Karang Taruna Sepuran menyumbangkan 37 kantong darah.

Capaian ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Silo dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi partisipasi masyarakat Silo yang secara konsisten mendukung kegiatan donor darah. Menurutnya, keterlibatan warga dan komunitas lokal memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan stok darah untuk kebutuhan pelayanan kesehatan.


“Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin merupakan modal penting bagi PMI dalam menjaga ketersediaan darah. Kami mengapresiasi Karang Taruna Sepuran dan warga Simpang Tiga Sempolan yang terus menunjukkan kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan yang ditekankan dalam gerakan donor darah tersebut.

Kegiatan donor darah Karang Taruna Sepuran menetapkan target 50 kantong darah. Dari target tersebut, sebanyak 37 kantong berhasil dikumpulkan, sementara 10 calon pendonor batal mendonorkan darahnya.

Berdasarkan catatan pemeriksaan, lima calon pendonor tidak dapat mendonorkan darah karena kadar hemoglobin (HB) rendah. Selain itu, tiga orang mengalami tekanan darah tinggi dan dua orang tekanan darah rendah.

Antusiasme warga mengikuti kegiatan ini juga terlihat dari penyebaran informasi melalui berbagai saluran. Sebanyak 28 orang mengetahui kegiatan dari teman, 16 orang melalui WhatsApp Broadcast dari UDD, dan tiga orang melalui grup WhatsApp.

Data tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi dari mulut ke mulut masih menjadi salah satu cara efektif untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan.

Sementara itu, kegiatan donor darah warga Simpang Tiga Sempolan berhasil menghimpun 44 kantong dari target 80 kantong darah. Tercatat 15 calon pendonor batal mendonorkan darahnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tujuh calon pendonor memiliki kadar HB rendah, lima orang mengalami tekanan darah tinggi, dan satu orang mengalami tekanan darah rendah. Selain itu, dua calon pendonor tidak dapat berpartisipasi karena kurang tidur.

Informasi kegiatan yang tersebar melalui teman menjadi saluran utama untuk mengajak warga berpartisipasi. Tercatat sebanyak 59 calon pendonor mengetahui kegiatan donor darah dari informasi teman.

Besarnya peran jejaring pertemanan tersebut menunjukkan bahwa ajakan langsung dari lingkungan terdekat dapat menjadi penggerak penting dalam membangun kebiasaan donor darah.

Menurut catatan kegiatan PMI Kabupaten Jember, warga di kedua titik tersebut dikenal aktif mengikuti kegiatan donor darah secara berkala, sekitar dua hingga tiga bulan sekali.

Kebiasaan ini menjadi modal sosial yang berharga. Sebab, pemenuhan kebutuhan darah tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan insidental, tetapi memerlukan partisipasi pendonor secara berkelanjutan.

Melalui kerja sama dengan UDD PMI Kabupaten Jember, Karang Taruna Sepuran dan warga Simpang Tiga Sempolan membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang berdampak besar bagi kehidupan orang lain.

Dua kegiatan yang berlangsung pada hari yang sama itu pun mengirimkan pesan kuat: ketika komunitas bergerak bersama, kepedulian dapat menjelma menjadi puluhan kantong darah yang berarti bagi keselamatan sesama. (*)