PMI JEMBER – Dukungan Pemerintah Kabupaten Jember terhadap kiprah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember dalam bidang kemanusiaan terus diperkuat. Setelah sebelumnya mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan lembaga pemerintah aktif mendukung gerakan donor darah rutin, kini Pemkab Jember mendorong penguatan kader kemanusiaan sejak usia sekolah.
Melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Pemkab menerbitkan surat edaran nomor : 400.3.5.1/5004/35.09.310/2026 tertanggal 22 September 2026 yang meminta seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Jember untuk mendirikan mengaktifkan ekstrakurikuker Palang Merah Remaja (PMR).

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan Pemkab Jember terhadap PMI dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai lembaga yang membantu pemerintah di bidang kemanusiaan.
“Gus Bupati Fawait tidak setengah-setengah dalam mendukung PMI. Setelah sebelumnya meminta ASN dan lembaga pemerintah aktif melakukan donor darah, sekarang dukungan diperluas dengan penguatan PMR di sekolah,” ujar Zainollah.
Dalam surat edaran tersebut, sekolah dasar diarahkan untuk mengembangkan PMR Mula, sedangkan sekolah menengah pertama diarahkan mengaktifkan PMR Madya.
Sekolah yang belum memiliki kegiatan PMR diminta untuk membentuk dan mendirikannya. Sementara sekolah yang sudah memiliki PMR tetapi kegiatannya tidak aktif, diminta untuk mengaktifkan kembali organisasi dan berbagai kegiatan kepalangmerahan di lingkungan sekolah.

Menurut Zainollah, keberadaan PMR di sekolah sangat strategis karena menjadi pintu masuk pembentukan karakter dan jiwa kemanusiaan generasi muda.
“PMR bukan hanya soal kegiatan kepalangmerahan. Di dalamnya ada pendidikan karakter, kepedulian sosial, pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, hidup sehat, hingga membangun semangat kerelawanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan PMR sejak jenjang SD dan SMP juga akan menjadi investasi jangka panjang bagi keberlangsungan gerakan kemanusiaan di Kabupaten Jember.
“Anak-anak dikenalkan dengan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini. Harapannya, ketika mereka tumbuh menjadi remaja dan dewasa, semangat menolong sesama, kerelawanan dan kepedulian sosial sudah menjadi bagian dari karakter mereka,” katanya.
PMI Kabupaten Jember, lanjut Zainollah, siap mendukung sekolah-sekolah yang akan mengaktifkan maupun membentuk PMR melalui pembinaan dan pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
Dengan adanya surat edaran tersebut, PMI berharap gerakan PMR semakin tumbuh di sekolah-sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Jember, sekaligus memperkuat ekosistem relawan kemanusiaan yang dimulai dari lingkungan pendidikan.
“Ini momentum yang sangat baik. Kami berterima kasih kepada Pemkab Jember, khususnya Gus Bupati Fawait dan Dinas Pendidikan, karena memberikan perhatian terhadap pengembangan PMR. Dari sekolah inilah kader-kader kemanusiaan dapat dipersiapkan sejak dini,” pungkas Zainollah.
