Donasi  Masyarakat Jember Untuk Nagekeo Digunkanan Bangun T-Shelter Bagi Penyandang Disabilitas

Donasi Masyarakat Jember Untuk Nagekeo Digunkanan Bangun T-Shelter Bagi Penyandang Disabilitas

PMI JEMBER — Kepedulian masyarakat Kabupaten Jember terhadap warga terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, kini diwujudkan dalam aksi kemanusiaan yang lebih nyata. Donasi yang dihimpun Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan T-shelter (transitional shelter) bagi penyandang disabilitas.

Donasi tersebut diserahkan oleh relawan PMI Kabupaten Jember yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan di Nagekeo kepada Kepala Markas PMI Kabupaten Nagekeo, Wenslaus Surta Mbawo, di Markas/Posko PMI Kabupaten Nagekeo. "Penyerahan bantuan disaksikan sejumlah relawan PMI yang bertugas di posko.

Bantuan ini merupakan wujud solidaritas masyarakat Jember kepada warga Nagekeo yang masih menjalani proses pemulihan setelah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026," kata Elvana Kusdijanto, relawan dari PMI Kabupaten yang bertugas di NTT.

Kepala Markas PMI Kabupaten Nagekeo, Wenslaus Surta Mbawo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Jember yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warga Nagekeo.


Menurutnya, dukungan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang masih menghadapi berbagai kebutuhan dalam proses pemulihan pascabencana.

«“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada masyarakat Jember. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Nagekeo dan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan pascagempa,” ujar Wenslaus Surta Mbawo.»

Bantuan dari Jember tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas geografis. Jarak yang jauh antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur tidak menghalangi masyarakat untuk saling membantu ketika bencana terjadi.

Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengungkapkan bahwa donasi masyarakat Jember akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

«“Sumbangan ini akan dialokasikan untuk pembangunan T-shelter bagi kelompok penyandang disabilitas di Nagekeo,” ungkap Kristianus Pantaleon Jogo.»

Pemanfaatan donasi untuk pembangunan T-shelter bagi penyandang disabilitas menjadi bentuk kepedulian terhadap kelompok yang memiliki kebutuhan khusus dalam situasi pascabencana.

Hunian sementara tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan layak, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas selama proses pemulihan berlangsung.

Dalam respons dan pemulihan pascabencana, kelompok rentan membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih spesifik. Anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta masyarakat dengan kebutuhan khusus menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.

Karena itu, dukungan masyarakat Jember yang diarahkan untuk pembangunan T-shelter penyandang disabilitas diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan material, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemulihan yang lebih inklusif.

Melalui dukungan tersebut, PMI Kabupaten Nagekeo mendapatkan tambahan sumber daya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

PMI Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi bagi warga terdampak gempa di Nagekeo.

Donasi yang terkumpul menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi para penyintas, terutama kelompok rentan.

Kolaborasi PMI Kabupaten Jember, PMI Kabupaten Nagekeo, relawan, dan masyarakat menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan dapat dilakukan lintas daerah dan secara berkelanjutan.

Dari Jember untuk Nagekeo. Dari kepedulian masyarakat, lahir aksi kemanusiaan untuk menghadirkan hunian yang lebih aman dan layak bagi penyandang disabilitas. (*)