PMI JEMBER – Delegasi Japan Red Cross Society (JRCS) melakukan kunjungan ke SMPN 3 Jember, Rabu (5/8/2026), untuk melihat secara langsung implementasi Program School and Community Resilience (SCR) yang dijalankan bersama PMI Kabupaten Jember. SMPN 3 Jember merupakan salah satu sekolah yang telah mengembangkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini.
Delegasi JRCS yang terdiri dari Rio Fuji, Sena Hasegawa, dan Reo Nakamura diterima oleh Wakil Kepala SMPN 3 Jember Ibu Riril Ariani,S.Psi. Focal Point SPAB Chrissanti Anggreni, S.Pd serta perwakilan siswa kelas 7, 8 dan 9 dan siswa yang tergabung dalam PMR dan Duta SPAB. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan JRCS Indonesia, Yana Maulana, Teuku Awaludin, dan Anwar Assyubali, serta perwakilan PMI Provinsi Jawa Timur, Julius Arianus Mbusu. Dari PMI diwakili Ghufron Eviyan Efendi sekretaris PMI Kabupaten Jember.

Rio Fuji menyampaikan rasa senangnya dapat bertemu dengan keluarga besar PMR SMPN 3 Jember. Menurutnya, kolaborasi antara JRCS, PMI Kabupaten Jember, dan pihak sekolah menjadi contoh baik dalam membangun ketangguhan masyarakat melalui pendidikan kebencanaan sejak usia sekolah.
Sementara itu, Sena Hasegawa yang berasal dari Hokkaido, Jepang, mengaku senang dapat berkunjung ke SMPN 3 Jember. Ia mengatakan bahwa tujuan kunjungan ini adalah melihat keberlanjutan program pengurangan risiko bencana serta memastikan kesiapsiagaan telah ditanamkan kepada para siswa sejak dini.

Reo Nakamura, staf JRCS Provinsi Tokyo yang memiliki pengalaman lebih dari tiga tahun di bidang tanggap darurat kesehatan, menjelaskan pengalamannya dalam penanganan keadaan darurat, khususnya bagi balita dan operasi bantuan kebencanaan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat kapasitas relawan muda di Indonesia.
Salah seorang Duta SPAB SMPN 3 Jember, Nasywa dan Abhinaya mengatakan bahwa dirinya bersama teman-teman dibekali pengetahuan oleh guru, PMI Kabupaten Jember, dan BPBD Jember untuk menjadi agen promosi kesiapsiagaan bencana.

"Kami berjuang menjadi Duta SPAB agar dapat mengajak teman-teman lebih peduli terhadap kesiapsiagaan bencana. Kami juga sering diundang dalam kegiatan Dinas Pendidikan untuk mempromosikan tas siaga bencana dan budaya aman bencana. Ke depan kami juga merencanakan program bank sampah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan," ujarnya.
Melalui sesi berbagi pengalaman (sharing session), para delegasi JRCS berdialog dengan guru dan siswa mengenai praktik-praktik terbaik pendidikan kebencanaan di Jepang dan Indonesia. Kegiatan ini semakin memperkuat komitmen bersama untuk membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana melalui Program School and Community Resilience (SCR). (*)
