Kenapa Pasien Dibebankan Biaya Pengganti Darah?

Kenapa Pasien Dibebankan Biaya Pengganti Darah?

Donor Darah merupakan kegiatan medis  pengambilan darah dari manusia dengan menggunakan kantong darah khusus yang didalamnya sudah mengandung Anti Koagulan. Kegiatan Donor Darah di Indonesia diselengggarakan oleh Palang Merah Indonesia melalui Unit Donor Darah. Darah itu sendiri oleh PMI tidak diperjual belikan kepada pasien yang membutuhkan transfusi.

Biaya yang dibebankan kepada keluarga pasien yang membutuhkan transfusi merupakan Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD). Biaya tersebut dimaksutkan untuk biaya operasional dalam menyiapkan satu labu darah yang “Aman, Tepat, Cepat” bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

operasional yang dimaksut diantaranya pembelian kantong darah, karena ampai sekarang ini Indonesia belum bisa memproduksi kantong darah sendiri. Secara otomatis harus import dari luar negeri.

Sedangkan darah yang aman dalam hal ini adalah aman dari empat macam penyakit yang dapat menular melalui transfusi darah yaitu HIV, HCV, HBsAg dan Sifilis.

Untuk mendapatkan darah yang aman dari empat macam penyakit diatas pihak UTD PMI Kabupaten Jember melakukan pemeriksaan sehingga membutuhkan reagen yang digunakan untuk memeriksa setiap labu.

Meski begitu, tidak dipungkiri jika darah dari UTD PMI Kabupaten Jember tidak 100% aman karena ada window periode yaitu masa dimana suatu penyakit belum terdeteksi atau masih dalam masa inkubasi.

Selain aman, pelayanan darah harus tepat. Yang dimaksut adalah sesuai golongan darah ABO dan Rhesus serta sesuai komponen yang dibutuhkan oleh pasien yang mebutuhkan transfusi.

Selain memperhatikan kualitas darah, PMI Kabupaten Jember juga mengikuti Pemerintah untuk menentukan besaran biaya pengganti pengolahan darah pada Unit Transfusi Darah di Kabupaten Jember,  Biaya tersebut sesuai dengan peraturan  diantaranya :

  1. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 41 Tahun 2014 tentang pedoman Biaya pengganti pengolahan darah unit transfusi darah di provinsi Jawa Timur,
  2. SK Bupati Jember Noor : 188.45/284/012/2014 tentang besaran biaya pengganti pengolahan darah pada Unit Transfusi Darah di Kabupaten Jember

Tentu saja pelayanan tersebut membutuhkan sumber daya manusia atau petugas dan petugas juga manusia biasa yang membutuhkan gaji untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.

Merupakan pemahaman yang salah jika mengatakan petugas UTD PMI Kabupaten Jember itu merupakas PNS. Kecuali petugas yang sudah PNS dan  diperbantukan untuk PMI namun jumlahnya hanya satu dua saja.

Tidak hanya itu saja, pelayanan darah juga harus cepat karena darah merupakan komponen yang sangat penting dalam tubuh untuk mengangkut O2 serta sari makanan keseluruh tubuh. Diharapkan dengan pelayanan yang Aman, Tepat, Cepat tidak ada pasien yang kehilangan nyawa karena pendarahan.

Terakhir, darah sampai sekarang ini masih belum ditemukan darah tiruan yang dapat menggantikan darah manusia. Oleh karena itu kita semua perlu terus melestarikan kegiatan Donor Darah dengan ikut menymbangkan darah di PMI.

Disamping Donor Darah itu menyehatkan, dengan Donor Darah Sukarela kita akan mendapatkan kepuasan batiniah karena telah membantu sesama. Tentu saja kepuasan itu tidak dapat dirasakan tanpa kita menyumbangkan darah.